Kehancuran Amerika Serikat dan Krisis Keuangan
Tampaknya buat para pemain saham, online ataupun tidak pasti sangat dag dig dug dalam beberapa hari ini terutama dua hari ini karena menunggu perkembangan pasar saham global yang sangat fluktuatif karena ‘batuknya’ Amerika Serikat (AS). Ya, sebagai masternya ekonomi dunia dan gudang dari semua produk-produk keuangan yang hitungannya njlimet itu ternyata AS tetaplah memiliki kelemahan. Tak ada gading yang tak retak memang pantas disematkan kepada negara adidaya yang mengaku sebagai polisi dunia ini.
Sebagian orang yang sangat membenci sepak terjang AS karena dengan sangat mudah menghancurkan kedaulatan negara yang dianggap teroris olehnya, tentu krisis ini begitu menyenangkan karena sekali lagi mereka membuktikan bahwa apa yang mereka yakini selama ini akhirnya perlahan-lahan mulai terwujud. Apa itu? Tentu saja kehancuran negara adidaya itu. Namun yang kadang tidak kita sadari adalah bahwa robohnya raksasa berarti juga guncangan bagi seluruh dunia. Bagaimana bisa? Anggap saja di suatu daerah desa yang antah berantah terdapat seorang raksasa yang tidak disukai warga, dan mereka berniat untuk merobohkannya, ternyata memang raksasa roboh, namun karena begitu besar tubuh raksasa ini, maka banyak daerah yang terguncang dan merusak sebagian besar desa itu. Mungkin analogi yang sedikit lucu, tetapi memang begitulah kenyataannya.
Sebagai negara dengan tingkat dan skala ekonomi terbesar, tentu banyak sekali negara yang terkait dengan AS ini, suka atau tidak, kehancuran atau sedikit kemunduran ekonomi AS akan juga berpengaruh pada negara-negara lain di dunia. Bahkan begitu besarnya ekonomi AS sampai seorang Dahlan Iskan menyatakan dalam tulisannya bahwa empat negara lain yang tergabung dalam
Memang dimana-mana monopoli tidak mengenakkan, termasuk apabila AS menjadi satu-satunya negara adidaya yang negara lainnya pun belum bisa menyaingi, tapi setidaknya sudah muncul negara-negara yang kelak bisa menyainginya, taruhlah Cina dan India sebagai new emerging market. Atau kekuatan lama yang tertidur, Rusia yang mulai makmur kembali. Baik atau buruk, suka atau tidak, selalu ada hikmah yang bisa diambil dalam setiap keadaan, sepahit apapun. Mari kita bijak menyikapi segala sesuatu.
If you enjoyed this post, please consider to leave a comment or subscribe to the feed and get future articles delivered to your feed reader.








Comments
No comments yet.
Leave a comment