Eksekusi Hukuman Mati Sumiarsih dan Sugeng
Sedikit ingin menulis komentar mengenai berita eksekusi hukuman mati yang paling heboh di Indonesia dalam beberapa hari ini. Sekalian juga setelah membaca tulisan dari om brokencode yang berjudul Hidup dan mati dipalu hakim. Bener-bener berita hangat akhir-akhir ini mengenai eksekusi hukuman mati itu.
Seperti yang om brokencode bilang, kita tidak mengerti mengapa mereka memilih jalan hidup seperti itu, tidak Sumiarsih dan Sugeng, tidak juga dukun Usep. Atau juga para terdakwa bom bali yang tidak merasa bersalah setelah melakukan pengeboman. Itu semua rahasia ilahi semata. Hanya yang bisa dilakukan sebagai manusia adalah mempertanggungjawabkan perbuatannya di dunia ini. Siapa yang tahu apa yang akan terjadi pada kita setelah kematian. tidak ada yang tahu akan kemana :).
Yang penting, tidak takut bertanggung jawab dalam menghadapi konsekuensi dari apa yang telah kita lakukan. Tiba-tiba jadi teringat kasus dari Tibo Cs yang sudah dieksekusi hukuman mati tahun 2007 lalu padahal kasusnya tidak lebih lama dari kasus Amrozi Cs. Apa karena …? ga tau lagi ah mau ngomong apaan. Wong kulo cuman wong deso, katrok tenan badhe ngomentarin njenengan-njenengan.
Nih, ak kutip dari omongan om brokencode:
Contoh saja para pelaku Bom Bali yang telah menewaskan ratusan jiwa. Mereka tau konsekuensi atas perbuatan mereka dan ’siap mati’. Alhasil mereka benar-benar dianugerahi hukuman mati. Pikiran berubah. Yang tadinya siap mati, tiba-tiba menjadi takut mati dengan membuat jalan menuju regu tembak berliku-liku, mulai dari banding hingga PK.
Kagak tau juga kenapa kok pake banding dan PK segala. Padahal kalo ga salah dulu mereka bilang tidak mau ngajuin PK karena itu buatan manusia, tidak perlu minta pengampunan pada manusia, tapi … :p
Yah, namanya juga manusia, makhluk yang tak sempurna, tidak ada yang tahu benar dan salah dalam kehidupan kita ini. Yang pasti hidup hanya sekali jadi harus dinikmati.
If you enjoyed this post, please consider to leave a comment or subscribe to the feed and get future articles delivered to your feed reader.








maaf pak kalau saya kutip lagi isi artikelnya. “Kagak tau juga kenapa kok pake banding dan PK segala. Padahal kalo ga salah dulu mereka bilang tidak mau ngajuin PK karena itu buatan manusia, tidak perlu minta pengampunan pada manusia, tapi … :p”
maksudnya bukan banding atau PK tapi “GRASI”.
[Balas Komentar Ini]